puisi tentang penerimaan diri
-
Balon di Ruang Tunggu
Di ruang tunggu yang sepi ini
suara kipas angin berdecit pelan
menemani detik-detik kala balon
terlepas dari genggaman tangan kecil
mengambang ke langit-langit yang tinggi
seperti harap yang perlahan menjauh
meninggalkan jejak samar di udara.Di luar jendela, langit menampung
sebuah kisah yang tak terucap
balon itu melayang tanpa arah
mengikuti angin yang berbisik
sedang …
-
Closing the Laptop
The screen dims, a quiet sigh escapes,
fingers linger on the keys,
unfinished thoughts whisper,
like echoes in the hollow room.
Shoes rest on the terrace rack,
worn soles speak of journeys halted,
and I pause, listening to silence.Outside, the evening air breathes cool,
carrying remnants of unsaid words,
the soft rustle of leaves,
…
-
Shopping List
In the quiet of the kitchen, I wrote
A list of things never to be bought.
Outside, the clothesline swayed in the breeze,
Filling the air with whispers of what was lost…Back then, I thought I knew it all,
But the pages stayed empty, like the cart.
Now I see, in that silence, my …
-
Detik Jam dan Adzan Magrib
Detik jam berbisik pelan
Di antara temaram senja
Suara adzan jauh mengalirKau ada di sana, tak terlihat
Mengintip dari balik tirai malam
Satu, dua… detak berulangHening ini, bukan musuh
Hanya ruang, untuk bernapas
Di antara gema adzanAku bicara pada diriku
Memaafkan yang tak terucap
Tanpa harus dimengerti
-
Pesan yang Tak Terkirim
suara anak-anak main petak umpet
mengalun dari kejauhan,
menyusup ke dalam kata
yang tak sempat sampai.seolah menyapa,
dalam jeda yang hening,
di ujung jari
pesan terhenti.mungkin kau tak pernah tahu,
dengan diam yang menguar,
aku belajar mengampuni
tanpa perlu dimengerti.
