puisi tentang penerimaan lembut
-
A Drip in the Quiet
A quiet shop, the air hangs still,
Mother’s fingers brush through colors,
Each fabric tells a different tale,
Gentle drips echo from the roof.I stand beside her, future’s gaze,
Watching her choose with careful eyes,
The world outside a muted storm,
While inside, courage whispers low.Gentle rhythm of water meeting
The old bucket, …
-
Detak Jam di Ruang Gelap
Di ruang gelap, detak jam terdengar
Seperti hujan di atap seng tua
Mengisi celah sunyi yang merayap
Menit demi menit, kenangan terurai
Seolah mencari jalan pulang
Ke masa lalu yang belum selesai
Yang tertinggal di ujung malamRuang ini penuh dengan bisikan
Yang tak pernah benar-benar hilang
Meski waktu terus bergerak maju
Seperti hujan yang …
-
Balon di Langit Senja
balon terlepas, melayang pelan
langit senja menyapa hangat, namun ragu
asbak penuh abu, cerita sisakata orang, waktu menghapus jejak
tapi aku tahu, ia menanam kenangan
membiarkan diri, bagian dari waktu
-
Balon di Langit Senja
Di bawah langit senja, balon melayang
Terlepas dari genggaman, terbang jauh
Doa terselip di antara angin
Menyapa dalam bisik yang raguSuara kipas angin berdecit pelan
Seolah merangkai harap yang samar
Di sela hembusan angin malam
Kita bertukar cerita dalam heningSeperti balon yang tak kembali
Ada kenangan yang mengudara
Melayang di antara bintang
Mencari …
-
Jaket di Sudut Kamar
Jaketmu masih di sudut kamar,
menggantung seperti ingatan yang tak pudar.
Di ember air kamar mandi,
tetes hujan mengalir pelan,
mengisi ruang yang kau tinggalkan.
Aku menunggu kabar
yang tak pernah datang.Suara air berbisik lirih,
menyimpan pesan yang tak terungkap.
Rindu ini beriak di dalam,
mengalir bersama detak waktu.
Namun kini aku tahu,
tak …
-
Nama di Kertas
Suara anak-anak bermain petak umpet
mengalir di antara bisikan senja
nama yang ditulis di kertas kusut
terbuang bersama angin yang berlaluHarapan itu menggantung di udara
menunggu jawaban yang tak kunjung tiba
menerima bahwa tidak semua
harus selesai di ujung cerita
