puisi tentang penyesalan dan pertumbuhan
-
Gelas Bening dan Detik Jam
Gelas bening berembun di sudut meja,
detik jam melangkah tanpa suara.
Mata menelusuri jejak embun,
di ruang yang sunyi, terabaikan.
Di antara napas yang terjeda,
ada cerita yang mengendap.Di balik kaca, waktu berbisik pelan,
menggiring penyesalan ke tepian.
Gemericik embun jatuh,
membawa rasa getir yang manis.
Dan dalam sunyi yang memanjang,
kutemukan tumbuh dari …
