puisi tentang perenungan dalam perjalanan
-
Jam Dinding di Angka Dua
Dari jendela bus, kulihat layar itu padam
Tangan menggenggam erat, menutup dengan ragu
Senyum tersungging, menyembunyikan bimbang
Detik-detik terhenti, jam dinding di angka dua belas
Titik-titik… menyisakan ruang tanpa suaraDi luar, jalan berkelok tanpa akhir
Roda berputar, membawa kita entah ke mana
Sebuah perjalanan, tanpa panduan pasti
Mungkin dunia memang berjalan sendiri
Sementara kita …
