Di ruang gelap, detak jam terdengar
Seperti hujan di atap seng tua
Mengisi celah sunyi yang merayap
Menit demi menit, kenangan terurai
Seolah mencari jalan pulang
Ke masa lalu yang belum selesai
Yang tertinggal di ujung malam
Ruang ini penuh dengan bisikan
Yang tak pernah benar-benar hilang
Meski waktu terus bergerak maju
Seperti hujan yang tak berhenti
Mengetuk atap, memanggil kenangan
Mengingatkan pada cinta yang hilang
Yang tak bisa dimiliki selamanya
Di tengah detak yang terus berlanjut
Ada kesadaran yang perlahan tumbuh
Bahwa cinta bukan tentang memiliki
Tapi tentang melepaskan dengan tenang
Menyadari, meski terasa terpukul
Bahwa kenangan tetaplah milik kita
Dan cinta tak pernah benar-benar pergi
