puisi tentang perjalanan hati
-
Sandal Jepit di Balkon
Angin sore menyentuh pipi
berdesir di antara helai rambut
aku mendengar suaraku sendiri
berbisik pelan di telinga
sendal jepit tergeletak di dekat pintu
menunggu langkah yang tak kunjung tibaLangit mulai memudar warnanya
seperti hati yang tak lagi penuh
aku tersesat dalam pikiran
namun dalam kebingungan itu
kutemukan jalan pulang
seiring angin yang mengantar
-
Detak Jam di Ruang Gelap
Di ruang gelap, detak jam terdengar
Seperti hujan di atap seng tua
Mengisi celah sunyi yang merayap
Menit demi menit, kenangan terurai
Seolah mencari jalan pulang
Ke masa lalu yang belum selesai
Yang tertinggal di ujung malamRuang ini penuh dengan bisikan
Yang tak pernah benar-benar hilang
Meski waktu terus bergerak maju
Seperti hujan yang …
-
Fajar di Stasiun
Fajar belum datang, jalanan sepi
motor melintas, suara remang
mengantar pergi sebelum kata terucapmereka bilang perjalanan adalah pelarian
tapi tak ada yang benar-benar pergi
hanya langkah yang berani diamdi jendela, pantulan samar
retak menari dalam cahaya
indahnya terpecah dalam perjalanan
