Di depan kipas, rambut mengering sendiri,
mengulang, mengulang suara hati yang pelan,
lampu jalan berkedip, menunggu malam.
Angin berbisik, membawa harapan samar,
mengulang, mengulang cerita yang tak tiba,
di sudut ruang, tak ada yang menjawab.
Suara kipas, penghibur dalam kesunyian,
mengeringkan ingatan, menari di kepala,
lampu jalan menggambar garis waktu.
Pelan, kuterima bahwa pagi tak datang,
hanya kenangan yang tetap berbisik,
di antara helaian rambut dan malam.
