Hingga malam ini aku masih bertanya,
Apa makna dari langkah ini,
Apakah aku seorang pejuang,
Atau sekadar pelintas waktu,
Atau mungkin hanya bayang-bayang,
Yang tak pernah terlihat,
Lalu bagaimana,
Apakah aku harus menjelajah,
Tapi untuk apa?
Semoga aku segera menemukan diriku yang sejati,
Amin.
Tag Puisi: renungan malam
-
Jejak yang Hilang
-
Sujud dalam Cahaya
Di atas pasir suci aku berlutut
Mengagungkan dengan lirik suci-Mu
Laailalahaillallah …
Bising malam sunyi di relung jiwa
Menghadirkan-Mu dalam setiap …
Ya Rabb …
Aku bersujud kepada-Mu
Kepada yang mencipta
Kepada yang abadi
Kepada yang tersembunyi
Dalam aliran nafasku
Kencangnya detak jantungku
Suci ruh kalbuku
Hangatnya darahku
Jauhnya tatap mataku
Dalam harmoni pendengaranku
Banyaknya bisikan lidahku
Dalam kejelasan akalku
Dalam yang tak terhingga
Dalam yang tak terhitung
Aku rasakan kemuliaan-Mu
Kekayaan-Mu
Kesempurnaan-Mu
Dalam hidupku
Rabb … kini aku percaya
Kau dekat bersamaku
Lebih dekat dari denyut nadiku
Rabb …
Izinkan aku menemukan yang kucari
Ridhoi aku mencari yang hakiki
Dalam heningku kurenungi,kuhayati,kusimak,kudekap,kukasihi,kusayangi,kucinta
Dikau … dikau … dikau … Tuhanku …
Rabb … suburkan cintaku pada-Mu
Tumbuhkan yang belum kurasa
Indahkan jiwaku yang ingin merasakan ‘Manisnya Iman’.
Indahnya berkasih-Mu
Yang pernah dirasa mereka sebelumku
Yang selalu kudamba
Yang selalu kucari yang selalu kurindu
Sampaikan aku pada yang hakiki
Dengan lirik-lirik cinta dalam cahaya
Cahaya mengenal-Mu …
