Senja ini…
saat ombak berbisik lembut
Cahaya mentari enggan berpaling
Terbayang rindu di relung jiwa
Akan sosok pahlawan yang takkan sirna
Walau telah pergi….
Ayah..sering kau teraba di balik bayang
Hanya jadi penopang langkah ibunda
Cinta dan pengorbananmu tak pernah terucap
Di hadapan dunia dan langit yang luas
Tak ada sorak sorai untuk jasamu
Tak pernah kudengar bait-bait pujian tentangmu
Hanya seuntai nada yang tak berirama
Kini tubuh itu terbaring dalam kenangan
Meninggalkan luka di hati yang mendalam
Mengapa tak Kau izinkan ku cium tangan itu?
Walau surga mungkin tak terjangkau
Meski jasad hanya pelindung jiwa
Ku panjatkan doa di malam dan pagi
Agar tenang dalam pelukanMu
Tag Puisi: rindu yang tak terucap
-
Jejak di Pasir
-
Di Ujung Senja
di sinilah suaraku,
Menggenggam harapan,
Karena bagiku waktu adalah penantian,
Menunggu adalah kesetiaan dan pada akhirnya pertemuan adalah cahaya…Memang,
Aku takkan pernah tahu apa yang terpendam di sana?
di relung jiwamu,
Adakah rasa rindu yang bergetar,
Seperti dentuman rindu yang riuh di dinding jiwaku,
Yang tak pernah pudar…Seseorang itu,
Sedang berjuang merajut mimpinya,
Mengemas semua kerinduan,
Belajar untuk melangkah pergi,
Nyatanya semua masih terikat di sudut ingatan…
Tak kuasa…
Beribu alasan untuk tetap bertahan di hatimu,
Pun demikian,
Selalu ada alasan untuk menjauh dari hatimu,
Tapi entah,
Hati tak ingin melakukannya…
Karena beribu alasanpun aku kerap merindukanmu…
-
Di Ujung Senja
Sinar ini menyapa,
dari relung jiwa,
menyimpan rindu,
ku ukir jejak kasihmu,
hingga waktu berhenti,
aku akan selalu mengenangmu,
semua yang kau berikan tak terukur,
itulah yang membuatku terharu,
aku ingin membalas semua cinta,
aku ingin melihat senyummu,
berbahagialah ibuku,
sejati aku sangat merindukanmu.
-
Embun Pagi yang Hilang
Tiada yang lebih menyejuk;
Selain desiran embun di pagi yang sepi;
Nada tetes harapan yang terpendam;
Menanti sinar mentari menyapa bumi;Tiada yang lebih menggoda;
Selain rasa embun di pagi yang hening;
Kesegaran alam yang membelai hatiku;
Menguatkan rasa rindu di sudut jiwa;Namun tiada yang lebih menyakitkan;
Selain kepergian di balik embun pagi;
Akar-akar kenangan yang terbenam dalam tanah;
Membiarkan cintaku terbang tak terjang di pagi yang hilang.
-
TERIMA KASIH UNTUK KILAU PAGI
di saat sunyi menari dalam cahayaku:
sebuah harapan terpendam dalam kerinduan,
aku titipkan pada embun setetes rasa
yang kuharap mampu menghangatkan jiwamu
dan disini aku akan terus berjuang,
dengan segenap keyakinan,
meski kau terjebak dalam kebisingan dunia.
-
dalam pelukan malam
DALAM PELUKAN MALAM…!!!!!!!
Saat bintang berkelip,
Menggugah jiwa yang terlelap,
Hening suara angin berbisik,
Menggugah rasa akan kasih yang abadi,
Pelan-pelan cahaya menembus ruang,
Seolah tak ingin mengganggu rasa,
Tenang seolah dunia tak berputar,
Senyum bulan menyapa dengan lembut,
Namun saat cahaya menyentuh hati,
Nyata kehadirannya menggetarkan jiwa,
Tanpa diminta air mata jatuh,
Suasana sunyi seolah terkurung,
Di tempat yang tak pernah ku duga,
Pikiran seolah melayang jauh,
Alunan malam masih bergetar,
Tapi suara itu lebih kuat mengguncang rasa,
Mengapa!!!! Mengapa harus begini,
Keadaan ini membunuh harapan,
Aku melangkah memasuki ruang sunyi,
Suasana yang tak pernah ku impikan,
Keadaan yang paling ku takuti kini datang,
Sungguh..!!!benci, aku benci pada semua ini,
Mengapa kini saat mimpi hampir terwujud,
Segalanya bergerak seolah tanpa jiwa,
Ku tatap wajah lesu saudara,
Oh..tuhan apakah kasih,
Pada ibu, al-fatihah untukmu,
Pada ibu, insyaallah surga menantimu,
Pada ibu, yassin dan doa untukmu,
Pada ibu, cinta kami bersamamu,
Pada ibu, kami menyayangimu,
Pada ibu, kau kan selalu di ingatan,
Pada ibu, ku butuh maaf darimu,
Pada ibu, ku perlu kasih sayangmu,
Ibu, ibu, ibu……. al-fatihah untukmu,,,,
Ibu, ibu, ibu,,salam rindu ku kirim,
Dalam yassin dan doa yang terucap melalui
-
Suaraku di Hutan Sunyi
Kadang sulit bagiku tuk sampaikan rasa,
yang ingin kuucapkan,
tak perlu keramaian,
hanya kau dan aku,
dengan dedaunan yang berbisik,
tutup jalan setapak,
hingga sunyi menyelimuti,
tinggalkan sejenak hiruk-pikuk,
aku ingin berbagi,
terima kasih telah menemani,
jadi bintang yang bersinar,
ketika malam datang,
meski gelap menyelimuti,
kau selalu ada di sampingku,
terima kasih malam, alam, dan semua yang tenang,
aku mencintaimu sepekat hutan yang dalam
-
Embun Tertahan
Di bawah daun pisang
embun menunggu pagi
seperti rindu yang tak berani
berbagi dengan dunia
hanya bersembunyi di antara napas
diam-diam mengurai dingin
menyelinap dalam mimpi.Di tepi batu nisan
cinta mengintip dari sela kenangan
bersembunyi dalam sunyi
terasa hangat meski sendiri
menari dengan bayang-bayang
hopes terselamatkan oleh waktu
dan berhenti pada embun yang jatuh
-
Lagu di Antara Ombak
ombak malam menyapu kenangan
tersembunyi dalam relung hatiku yang bergetar
beberapa bait kembali seperti pasir
mengalir di aliran darahku yang berapi
kemudian memudar menyesapi getir
akan ketidakpahaman cinta yang tak terucap
oleh jiwa-jiwa setelahmu
jangan kau kira ada yang sebanding
dalam hal mencintai
tidak pula dengan embun pagi yang abadi
air mata akan menuntunku
kembali menelusuri gelap pikiran
setelah kepergianmu
untuk menemukanmu kembali
terdiam menanti cahaya
yang akan memancarkanmu
menjadi bulan dan kilau bintang
menyatu dan menjadi harmoni
atau rasa yang manis
di atas samudera tenang yang memantulkan
cahaya-cahaya bintang di langit selatan dan
akan kukembalikan kau ke sana
seperti Orion secerah-cerahnya.
