di sudut lampu kamar redup
bayangbayang menulis ulang rencana
jam dinding lupa berputar
akuingin diam dalam suara sendiri
di luar, jalan berdebu menahan jejak
ada waktu yang terselip di sela dinding
kita tak tahu siapa yang pulang lebih dulu
kursi kosong mengingatkan pada kemungkinan
di antara sela napas terburu
aroma dingin berlomba dengan pikiranku
catatan usang mengelupas satu per satu
lelah berjalan di lorong pertanyaan
kelopak mata perlahan menutup
ruang ini tetap gemetar
tirai tipis menampung suara malam
ada luas yang tak habis diterka
