Di bawah jemuran, kau berlari
meninggalkan jejak kaki di tanah basah
tak ada suara, hanya gerak
seperti bisik daun menyentuh angin
Aku menunggu di sudut pagar
mata memandang jauh ke jalan
entah kapan kau kembali
atau mungkin tidak sama sekali
Sebuah kain jatuh, melambai
menyentuh tanah, diam
tanpa suara, tanpa tanya
ada yang tetap meski tak harus
