kuharap kita dapat bertemu di ujung senja
seperti embun yang tak jatuh dan suara yang tak terucap
mengalir lembut, menari seirama alunan hati
sekelebat cahaya samar
aku menulis di atas pasir basah berbisik lembut
bola mataku terantuk bayang-bayang menanti
kemarin dan hari ini telah hampa dan sepi
esok semoga tak lebih kelam menyelimuti
kucari jejakmu di balik awan menanti mentari
kuangkat harapan bagaimana datangnya sinar pagi
kubelah cakrawala biar kapal pelaut terombang-ambing
aku sadar rambutku sedikit berantakan, walau pikiran tak jernih
kemanapun langkahku melangkah jauh
kau tak akan pernah ada dan hadir dalam hidupku.
Tag Puisi: cahaya yang samar
-
Di Ujung Senja
-
Menanti Suara Angin
Bagaimana bisa ku dengar angin
Saat telingaku hanya mendengar namamu
Bagaimana dapat ku rasakan cahaya
Saat sinar rembulan hanya mengingatkan padamu
Bagiku angin selalu berbisik
Entah di puncak gunung, antara dedaunan, malam
Selalu berbisik, hanya bagaimana
Bagaimana bisa ku mengerti
Jika aku hanya tahu nada yang kita ciptakan
Konyol memang, seribu bintang akan bersinar
Tapi satu yang pasti
Hanya suaramu yang ku nantikan
