Apakah harapanku sekadar bisikan sunyi yang sering dipahami keliru oleh malam,
Menghilang sebelum sempat menyentuh wajahmu yang bersinar…
Tag Puisi: cinta dalam kesunyian
-
Doa dalam Hening
-
Aku dan Kesunyian Hati
Aku dan kesunyian hati
merasa jauh dari sinarmu
padahal kau begitu dekat dalam jiwa
beritahulah aku dengan segenap rasa
apa yang terpendam di dalam benakmu
bukan sekadar janji yang terucap
perhatikanlah aku dan kesunyian ini
menyimpan cinta dalam sepi
apakah hidupku hanya berisi kesedihan?
apakah hanya kesedihan yang mengisi hariku?
hanya ada kesedihan dalam hariku
apakah hidupku hanya kisah tentangmu?
apakah hanya kisah tentangmu yang menghuni jiwaku?
hanya ada kisah tentangmu dalam jiwaku
ambilah kesedihanku
sebagai teman dalam perjalananmu
biarkan diriku tenggelam dalam kesunyian
aku akan selalu mencintaimu
hingga akhir cerita hidupku
mintalah janji dengan sepenuh hati
maka akan kuberikan segenap jiwa ini
-
Cinta di Ujung Senja
cintaku takkan pudar,
dalam pelukan malam yang merangkul,
meski bintang-bintang mulai redup,
yang menutupi cahaya harapanmu
-
Sajak Sang Pelaut
Di setiap bait sajak terukir rasa yang mendalam;
Yang teramat menggoda dan menawan bagi seorang pelaut;
Yang seharusnya telah lama berlayar dalam kesunyian samudera;
Dalam larik-larik sajak ia lukiskan setiap keindahan;
Yang terpancar dari sinar bulan dan gelombang laut;
Seiring pertanyaan akan sepi yang menyelimuti jiwa;
Lalu ia putuskan untuk kembali menelusuri gelombang;
Membuka lebar-lebar jendela hati yang telah lama tertutup;
Seperti ombak yang terus berdesir;
Walau tiada satu pun bintang yang tahu rahasia kita;
Dan pelaut itu kembali menulis sajak;
Akan tiba saatnya jua;
Ketika rasa terikat di pelukan lautan;
Yang secara samar mempermainkan takdir;
Laksana sebuah lukisan abstrak yang penuh makna;
Laksana sepenggal melodi ombak tak terduga;
Seorang penyair melantunkan sajak rindu dalam hembusan angin;
Ia ingin menjadi seberkas cahaya, untuk terus bisa menerangi gelap malam;
Ia ingin menjadi embun pagi, agar mampu menyegarkan jiwa yang lelah;
Ia ingin menjadi aliran sungai, agar bisa menghapus segala duka dan luka;
Namun ia bukanlah siapa-siapa yang memiliki kendali atas lautan;
Ia hanyalah seorang pelaut yang selalu ada dan mendamba lautan;
Berapa banyak lagi sajak rindu yang akan lahir dari penghayatan rasa pelaut ini?
Berapa banyak lagi lautan yang akan lahir dari rahim sajak pelaut ini?
Atau mungkin wajah penuh kerinduan dan harapan yang akan terlukis di wajah pelaut ini?
Atau bisa jadi hati penuh gelora yang akan ada di hati pelaut ini?
Tapi bukankah kita terlahir untuk sebuah tujuan;
Seperti cinta yang tumbuh bersama dengan gelombang waktu yang tak terduga;
Lautan itu merupakan samudera yang mengalir di hati pelaut ini;
Pelaut itu pun menghentikan sajaknya;
Melangkah menghitung detik yang menimbun kerinduan tanpa suara;
Memang tak perlu lagi ada tanya tentang berapa, apa dan bagaimana;
Hingga waktu bertanya dalam bahasanya, sampai di manakah kapal ini akan berlayar?
Memecah kerinduan menuju pelabuhan asal.
-
Bintang di Ujung Senja
Tahukah kau berapa lama ku menanti,
Bunga-bunga harapan di tepi lautan,
Dengan sinar kasih di ufuk senja,
Cahaya redup darimu bintang di ujung senja.
Adakah rasa lelah dalam penantian,
Dari jauh kita saling merindukan.
Bintang di ujung senja telah datang,
Menari bersamaku dalam hening malam.
-
Jejak Bayangan
Di sudut kamar, tembok berbisik
paku tertancap diam tanpa cerita
di atas ranjang bayi tertidur
napasnya mengalun seperti ombak kecilKau dan aku menatap langit-langit
tertawa kecil pada ingatan lampau
rasanya sunyi, tapi juga akrab
seolah ada rahasia tersembunyiSaat malam turun jadi selimut
aku meraba kekosongan sepi
di balik jendela, bintang malu-malu
diam-diam kita menggambar langit baru
-
Suaraku di Hutan Sunyi
Kadang sulit bagiku tuk sampaikan rasa,
yang ingin kuucapkan,
tak perlu keramaian,
hanya kau dan aku,
dengan dedaunan yang berbisik,
tutup jalan setapak,
hingga sunyi menyelimuti,
tinggalkan sejenak hiruk-pikuk,
aku ingin berbagi,
terima kasih telah menemani,
jadi bintang yang bersinar,
ketika malam datang,
meski gelap menyelimuti,
kau selalu ada di sampingku,
terima kasih malam, alam, dan semua yang tenang,
aku mencintaimu sepekat hutan yang dalam
-
Dalam hening
Bagaimana mungkin kutuliskan sajak tentang cahaya bulan,
Jika hingga kini kau masih mengisi jiwa ini dengan seribu harap…
Angin yang berbisik lembut selalu membawa kabar dari jauh, bagaimana denganmu ‘cinta’,
Adakah pesan untukku dari getaran hatimu…Bila kau mau,
Bisakah kita berdua saling mendengar,
Meskipun kita berdua terdiam…
Dalam hening kuingin bersamamu seperti bintang yang menanti malam menjadi terang.
-
Embun Tertahan
Di bawah daun pisang
embun menunggu pagi
seperti rindu yang tak berani
berbagi dengan dunia
hanya bersembunyi di antara napas
diam-diam mengurai dingin
menyelinap dalam mimpi.Di tepi batu nisan
cinta mengintip dari sela kenangan
bersembunyi dalam sunyi
terasa hangat meski sendiri
menari dengan bayang-bayang
hopes terselamatkan oleh waktu
dan berhenti pada embun yang jatuh
