Embun pagi membawaku pada nostalgia
Menggugah rasa akan kisah yang hilang
Tersenyum mengingat kita yang pernah ada
Terkubur di antara terang sinar mentari
Runtuh dalam jiwa yang ku sembunyikan
Terdiam dalam heningku..
Masih kita yang terindah..
Masih nada lamamu yang merdu
Masih kerinduan itu menggelora
Masih senyummu, tatapanmu, suaramu
Masih kita..
Menyusuri kenangan..
Di tepi danau yang menyimpan cerita
Di antara dedaunan yang menyimpan rasa
Di tiupan angin yang membawamu pergi
Di pelukan hangat yang ku impikan
Di harapan akan kebersamaan
Cinta kah itu..?
Menyusuri kenangan..
Di penyesalan atas kepergianmu
Di hadirmu yang tak terwujud
Di kesedihan yang menanti
Di kekecewaan yang jatuh dalam hampa
Di tangisku yang mengingat kita
Di pilu yang lembut menggores lukaku
Seakan kau tak hargai kesetiaanku
Hingga pedihku ingin melupakan
Hingga aku berharap kita tak pernah ada
Tag Puisi: cinta yang hilang
-
Menyusuri Kenangan
-
jejak di pasir
Jejak yang tertinggal samar,
Dihapus ombak yang berlari,
Tak kau tinggalkan pesan,
Namun hatiku terjerat dalam kerinduan.Suara angin jadi teman,
Menyanyikan kisah kita yang hilang,
Cinta yang kau sebut indah,
Kini hanya bayang-bayang di ufuk senja.Tiba-tiba kau pergi tanpa suara,
Meninggalkan hati yang tak berdaya,
Hilang dalam riuhnya gelombang,
Seperti pasir yang terbang.Aku di sini menanti,
Menjadi cerita dalam kesunyian,
Hanya bisa bercanda dengan bintang,
Karena kau hanyalah kenangan.Sepi dan jejak itu kisah.
-
Jejak di Pasir
Di sudut pantai sepi,
aku melihat jejakmu,
puisi ini untuk kita,
untuk berbagi cerita,
soal ombak yang berdebur,
atau langit yang berwarna biru,
yang kini memudar,
seakan tak berarti,
meski tetap ada,
namun hampa,
karena kau pergi,
sungguh, kau pergi,
semoga aku menemukan jalan,
menuju cahaya baru.
-
Di Ujung Senja
kuharap kita dapat bertemu di ujung senja
seperti embun yang tak jatuh dan suara yang tak terucap
mengalir lembut, menari seirama alunan hati
sekelebat cahaya samar
aku menulis di atas pasir basah berbisik lembut
bola mataku terantuk bayang-bayang menanti
kemarin dan hari ini telah hampa dan sepi
esok semoga tak lebih kelam menyelimuti
kucari jejakmu di balik awan menanti mentari
kuangkat harapan bagaimana datangnya sinar pagi
kubelah cakrawala biar kapal pelaut terombang-ambing
aku sadar rambutku sedikit berantakan, walau pikiran tak jernih
kemanapun langkahku melangkah jauh
kau tak akan pernah ada dan hadir dalam hidupku.
-
Secangkir Kenangan
Baru saja ingin kutawarkan secangkir kenangan yang hangat,
ternyata pagi lebih dahulu mencuri senyummu dari pelukan,
Baiklah, akan kuseduh pahitnya dengan pelan,
dan manisnya, biarlah menguap dalam cahaya mentari.
-
Embun Pagi yang Hilang
Tiada yang lebih menyejuk;
Selain desiran embun di pagi yang sepi;
Nada tetes harapan yang terpendam;
Menanti sinar mentari menyapa bumi;Tiada yang lebih menggoda;
Selain rasa embun di pagi yang hening;
Kesegaran alam yang membelai hatiku;
Menguatkan rasa rindu di sudut jiwa;Namun tiada yang lebih menyakitkan;
Selain kepergian di balik embun pagi;
Akar-akar kenangan yang terbenam dalam tanah;
Membiarkan cintaku terbang tak terjang di pagi yang hilang.
-
jejak di pasir
Di tepi pantai yang sepi, ombak
berbisik lembut
mengingatkan aku pada sosokmu.
Sosok yang kini terbenam dalam
lautan kenangan yang dalam.
Di mana kau kini, oh bayangku?
Tak ada jawaban, hanya
suara angin yang mengantar
kerinduan ini melambung.
Jejak-jejak kita di pasir
perlahan terhapus,
seiring waktu yang tak henti.
Tinggal rasa ini, menunggu
di sini, menanti
hadirmu kembali, kasihku.
I Miss You
-
jejak di pasir
senja jingga di tepi laut
ombak berbisik sebelum malam tiba
hari ini angin laut membawa kabar duka
ikan-ikan kecil terjebak dalam jaring kesedihan
pantai kenangan di hati tinggal pasir dan kerang
-
Serpihan Kenangan
Seperti daun kering yang melayang,
Dari pohon yang penuh cerita,
Kumohon simpanlah dengan hati-hati,
Karena angin bisa menghapus semua rasa,
Seumur hidup tak kan bisa kau rangkai,
Menyusun kembali serpihan yang terlewatkan.
-
MENYISAKAN KENANGAN
Hari-hari berlalu Tanpa jejakmu di sini
Apakah kau tahu Betapa dalamnya rasa ini?
Suaramu yang hanya terbayang
Membuat kerinduan ini semakin membara
Aku selalu mengingatmu
Namun, apakah kau pernah teringat padaku?
Kasih, di manakah kau kini?
Apakah hatimu merindukanku?
Atau kau telah melupakan janji kita?
Maafkan aku, kasih
Ku harus pergi menyingkirkan rasa ini
Kau telah pergi jauh dari harapan
Dan kini, aku pun harus melangkah pergi
-
Jejak yang Terhapus
Kakinya adalah gelombang yang menghantam
Telinganya adalah deru angin yang menyesakkan
Yang selalu mengoyak jiwaku,
Senyumnya adalah bayang-bayang malam
Yang menyisakan rasa hampa di relung hati.
Tatapan matanya adalah langit mendung.
Dia membiarkan aku terperosok
Dalam samudera kesepian,
Dia pergi tanpa sepatah kata,
Meninggalkan jejak yang tak terhapus,
Dia begitu dingin dan jauh
Menjauhkan aku dari hangatnya cinta.
Ku relakan kau melangkah pergi
Menuju pelukan baru di sana, ku panjatkan
Semoga kau temukan bahagia di sana.
-
Suara di Tengah Hutan
Di hutan anak….
Dimana alam telah diciptakan
Untuk mereka yang merindu
Begitu pula tawa mereka
Sebuah tawa yang sejati diharapkan
Terlihat nyata tak hanya mereka
Namun beberapa dari mereka
Hanya sepi yang menyapa
Dimanakah hutan mereka
Apa yang dirasa?
Indahkah
Atau Suramkah
Perjalanan dilalui oleh mereka
Cinta yang dicari
Namun berlawanan arah
Gelora kesedihan mereka teraba
Dimanakah jiwa kalian
Mengertikah kalian
Bukan untuk diabaikan
Tapi wujudkanlah
Mereka berteriak
Menuntut Ruang
Ketahuilah itu yang dicari
Derita mereka tidakkah cukup
Coba lihatlah
Lihatlah di tanah kita ini
Banyak dari mereka terasing
Mereka butuh perhatian
Butuh pelukan hangat
Bukan untuk dihujat
Ataupun diperlakukan kasar
Bebaskanlah anak dari bayang-bayang
Dari kekejaman
Tidakkah hatimu tergerak
Ibu ………
Kau telah mengandung mereka
Ayah ………
Kau telah membesarkan mereka
Bukankah kalian telah merencanakan semua
Apa yang kalian lakukan
Kalian biarkan mereka
Tanpa kasih sayang kalian
