jika kau berada di sana dan memikirkan aku
serta berharap aku segera melangkah
menghapus jejak air mata kerinduan yang tak sirna
maka wujudkan sungai
yang mengalir di antara bebatuan
atau suara burung hantu
dan riak air yang bergetar lembut
bahwa aku menyusup
dalam tiap kata dan celah jari-jarimu yang anggun
membawa buah ceri yang manis
hingga tulisan yang kau pegang
lalu kau gores bisa kau rasakan
semanis ceri yang dipetik
para penjaga hutan yang selalu setia
pada puisi.
jemput dan hapus kerinduanmu itu
dengan sekali pelukan
lalu kita akan mengalirkan rasa
dengan perasaan yang paling ceria
membuat dewi asmara pun terpesona
dengan cemburu yang menyala
dan menyusup pada relung hatinya.
Tag Puisi: cinta yang tulus
-
Sungai yang Mengalir Rindu
-
Anak Angin
di tengah angin,
adakah pelabuhan kecil
yang bisa disinggahi
sejenak untuk bernaung, hanya sekejap
bagi anak jiwaku yang menggigil,
yang ditinggal ayahnya?bisa kau lihat senyumnya yang tulus
cahaya wajahnya yang hangat dan ceria
atau bisa kau dengar sendiri
suara tawanya yang menawan
atau kau juga bisa merasakan
keheningan angin yang menyentuh kulitnyamenggugah rasa di langit puisi
lalu berhenti sejenak
angin memandangnya dengan penuh kasih,
bahwa ia hanya ingin pelabuhan kecil
untuknya bernaung, yang sederhana sajatapi tak ada, ia masih terlampau muda
jika harus menanggung beban pada hati dan bahunya
yang kecil, yang rapuh, dan yang tak terlindung
lalu angin berbisik dan berkata,
bernaunglah padaku anak jiwa
di pelukanku yang dipenuhi harapan.
-
Malam di Tepi Laut
Di tepi laut, perempuan itu terlelap,
ombak ombak berbisik lembut,
bulan menggantung di langit, bersinar,
aku menggigil menanti, menatap,
ketika cahaya bulan menyentuh wajahmu,
kau terbangun,
sungguh menawan,
namun kenapa kau terbuai di pasir,
sungguh ku ingin membawamu jauh,
dari dingin malam yang menyelimuti,
agar kau merasa hangat dan terjaga,
-
Menjadi Diri Sendiri
Untuk bisa menyelam di lautan,
aku harus jadi penyelam
Untuk bisa menjelajahi hutan,
aku harus jadi petualang
Untuk meraih mimpi yang tinggi,
aku harus jadi pejuang
Namun untuk mencintaimu,
aku harus jadi diriku sendiri
-
Jejak di Pasir
Aku ingin mengukir setiap harapanmu,
dalam cahaya senja yang tak pernah pudar,
aku akan melangkah tanpa sandal di tepi pantai,
aku akan memberikan apa yang bisa kupersembahkan,
aku akan menggenggam tanganmu di setiap detik, di setiap gelombang,
tapi aku tak ingin,
karena kau tahu, kau ingin menjelajahi lautanmu sendiri,
aku akan berkorban demi senyummu yang berkilau,
aku akan berlari ribuan langkah di pasir basah,
hanya untuk memastikan kau tak terjatuh,
aku akan tersenyum di hadapanmu meski hatiku terluka,
aku akan terus tertawa saat badai datang,
aku hanya bisa menerima segala kesalahanmu,
bukan orang lain,
aku akan menuntunmu di antara ombak kehidupan,
seiring waktu yang tak henti berputar,
hanya saja, jangan kau lupakan, karena kau akan selalu menjadi bagian dari jiwaku.
