Anak Angin

di tengah angin,
adakah pelabuhan kecil
yang bisa disinggahi
sejenak untuk bernaung, hanya sekejap
bagi anak jiwaku yang menggigil,
yang ditinggal ayahnya?

bisa kau lihat senyumnya yang tulus
cahaya wajahnya yang hangat dan ceria
atau bisa kau dengar sendiri
suara tawanya yang menawan
atau kau juga bisa merasakan
keheningan angin yang menyentuh kulitnya

menggugah rasa di langit puisi
lalu berhenti sejenak
angin memandangnya dengan penuh kasih,
bahwa ia hanya ingin pelabuhan kecil
untuknya bernaung, yang sederhana saja

tapi tak ada, ia masih terlampau muda
jika harus menanggung beban pada hati dan bahunya
yang kecil, yang rapuh, dan yang tak terlindung
lalu angin berbisik dan berkata,
bernaunglah padaku anak jiwa
di pelukanku yang dipenuhi harapan.

, , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *