Aku tak lagi tahu cara menulis rasa
pada selembar kertas
yang kau titipkan dengan janji yang samar
pasti dan pelan
terhenti di sudut harapan
kau ubah menjadi embun
yang tak terukur
dengan riuh yang tak lebih gaduh
dari sepi yang kau bawa
bersama waktu yang kelabu
atau cahaya lilin yang mulai redup
menjadi sunyi yang di tepi mana aku berdiri
tak jua aku mampu mengerti.
Mungkin kau ingin pergi
atau sekedar menjauh sejenak
bahkan tak peduli terhadap jeritan hatiku
yang merintih dan terhidang
bagai sajian di meja sebuah desa yang sunyi
desa yang kerlip bintang-bintangnya
pernah kita anggap sebagai tanda
bahwa luka yang dalam mesti dibalut
dengan suara yang lebih lembut dari embun.
Kembalilah, aku hanya akan menanti
sendiri yang dulu pernah menemani
hanya berbeda kali ini
ada cerita yang tak ingin kutoreh
dengan jujur yang tersembunyi
sedang kau tak jua mengenali.
Biarkan kupejam mataku yang lelah
dimana air mata menetes darinya lalu mengalir
di tengah kabut pagi yang menyelimuti
pada jendela kayu lalu memilih untuk pergi
saat mentari mulai bersinar.
Kekasih, mungkin kau lupa satu hal;
bahwa pilihanku tak pernah keliru
memilih peran dalam kisah yang terukir
bagi siapa saja yang ingin mendengar
katup bibirku yang basah merah
menggema rasa yang tak pernah kuabaikan.
Tag Puisi: harapan yang samar
-
Ketika Senja Berbisik
-
Hujan Kata
Bahasa ini mungkin tak sempurna,
namun lebih baik dari sepi,
meski jauh dari harapan kita,
namun cinta ini adalah kebenaran abadi.
Mencintaimu dengan sepenuh jiwa bersinar,
sebuah cerita di atas bantalku,
meski mimpi hanya terasa dingin,nterasing dalam hening yang kelabu.
Sebelum kau mengabaikanku,
pastikan kata-kataku tertata rapi.
-
Jejak di Pasir
Angin berbisik, ke mana langkahmu melangkah?,
Tak seperti biasanya, suara hati ini terdiam,
Rindu yang tak terucap, menggelitik jiwa,
Dialog sunyi antara aku dan bayang-bayang harapan.Tak ada lagi gema senyummu yang menyapa,
Atau tawa ceria yang menari di telinga,
Tak ada lagi hangatnya pelukanmu,
Pagi ini sepi tanpa cahaya matamu yang biasa menyinari,
Kepada siapa akan kupersembahkan rasa,
Pada bintang-bintang jauh yang hanya bisa berkelip dan menghilang?
-
Jejak Kenangan
Jejak kenangan
sejumput embun pagi
serta secangkir teh hangat
manis dan pahit berkelindan dalam hening
mengurai cerita yang tak terucap
meski tak ada suara
setidaknya hati pernah bergetar
analogi rindu terbenam dalam sepotong harapan
