Di sudut pantai sepi,
aku melihat jejakmu,
puisi ini untuk kita,
untuk berbagi cerita,
soal ombak yang berdebur,
atau langit yang berwarna biru,
yang kini memudar,
seakan tak berarti,
meski tetap ada,
namun hampa,
karena kau pergi,
sungguh, kau pergi,
semoga aku menemukan jalan,
menuju cahaya baru.
Tag Puisi: jejak yang tertinggal
-
Jejak di Pasir
-
Jejak di Pasir
kau ukir harapan di pantai,
dalam setiap gelombang,
ajarkan arti keteguhan,
hingga saat ini,
mungkinkah kita kan bertahan,
sampai waktu berhenti,ndalam lirik yang terukir,
bukan berarti aku ragu,
tapi sungguh tak pasti,
bila angin telah reda,
mungkin semua akan sirna
