Hening menyelusup,
dari jiwa yang telah lama tak bergetar
Kelabu menyapa tanpa ragu,
dalam desah angin yang tak bersuara
Malam telah merangkul,
tapi rembulan tak juga bersinar, gelap tak sirna
Gelombang berdesir, menggulung harapan
Menyadarkan akan jarak yang terpisah, penuh keraguan
Ragukan hangat yang kian menjauh
Hantu pun tak henti berteriak,
pada jiwa yang lantas menolak
Dan waktu terus mengikis tanpa henti,
meski hancur takkan terlewati
Tag Puisi: kehilangan yang tak terelakkan
-
SENJA YANG PATAH
-
Jejak yang Hilang
Di tengah hutan sunyi malam ini,
apa angin juga merindukan langkah kita?
Atau hanya khayalku yang berkelana?
Aku pun ragu akan semua ini.Jiwamu yang melesat jauh menggores hatiku,
terlalu dalam untuk kuhadapi.
Menahan rasa yang telah terikat padanya,
dan takkan pernah kembali padaku.
