SENJA YANG PATAH

Hening menyelusup,
dari jiwa yang telah lama tak bergetar
Kelabu menyapa tanpa ragu,
dalam desah angin yang tak bersuara
Malam telah merangkul,
tapi rembulan tak juga bersinar, gelap tak sirna
Gelombang berdesir, menggulung harapan
Menyadarkan akan jarak yang terpisah, penuh keraguan
Ragukan hangat yang kian menjauh
Hantu pun tak henti berteriak,
pada jiwa yang lantas menolak
Dan waktu terus mengikis tanpa henti,
meski hancur takkan terlewati

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *