langit senja beranjak
warna jingga memudar perlahan
aku mulai mengerti
ada yang hilang di hatimu
atau mungkin hanya khayalanku?
entahlah… hanya jiwamu yang bisa menjawab
kau boleh pergi dari ingatanku
melangkahlah…
tapi jangan biarkan harapanku terombang-ambing
ombak-ombak rindu menanti sentuhanmu
sambutlah dan lupakan aku
agar aku tak tersesat dalam kenangan
cinta ini akan selalu untukmu
Tag Puisi: kerinduan yang tak terbalas
-
Jejak di Pasir
-
Melodi yang Hilang
Malam ini kutulis nada yang paling sendu dalam syairku:
“Oh.. Kerinduan yang bergetar di angin.
Ketidakhadiranmu merobek sepi.
Bersamamu terasa terlalu singkat.
Saat lupa menanti seribu tahun.
Melepaskanmu adalah bab terkelam dalam balada musim semi;
Hujan masih turun sepanjang malam seperti hari-hari lalu;
Namun kehadirannya takkan sama lagi.
Pada akhirnya, akulah yang merintih.”
-
Di Balik Hujan yang Redup
Di ujung jalan yang basah, aku terpaksa menerima
kekalahan yang tak pernah kuinginkan. Dulu, dia yang
ku beri warna dengan segala kekurangan, kini
melangkah jauh, menembus kabut yang pekat,
sebagai pengorbanan untuk hati yang telah rela
menyerahkan semua janji pada hujan yang tak kunjung reda.
Apakah ini tanda bahwa aku terikat pada
langit kelabu yang tak pernah memberi harapan?
Bahwa di setiap detak jantungku,
tersimpan serpihan kehilangan yang tak terhapus.Akankah semua benih kerinduan yang kutanam,
berubah menjadi semak duri yang merobek,
dengan setiap cabang yang merayap? Siapakah yang
lebih mengerti takdir yang berbisik,
memiliki bara dendam lebih menyala dari
api-api cinta yang telah padam? Musim apa
sekarang yang bisa kutunggu, sementara
setiap waktu menjauh dalam putaran yang tak pasti?Laguku, datanglah, aku butuh sentuhan
doamu untuk menyembuhkan luka-luka di dadaku,
yang setiap orang enggan menatapnya. Maafkan aku
karena tak pernah bisa melahirkanmu lagi,
sebab senar-senar jiwaku telah rapuh,
diterpa angin kepergian yang tak tahu kapan
akan kembali, meski hanya untuk sekali lagi
menguji dengan pisau tajam yang tersembunyi
di balik sayap yang pernah kuagungkan.
-
jejak di pasir
Di tepi pantai yang sepi, ombak
berbisik lembut
mengingatkan aku pada sosokmu.
Sosok yang kini terbenam dalam
lautan kenangan yang dalam.
Di mana kau kini, oh bayangku?
Tak ada jawaban, hanya
suara angin yang mengantar
kerinduan ini melambung.
Jejak-jejak kita di pasir
perlahan terhapus,
seiring waktu yang tak henti.
Tinggal rasa ini, menunggu
di sini, menanti
hadirmu kembali, kasihku.
I Miss You
-
Kepingan Hampa
Aku hanya serpihan es yang mencair di malam,
dan tak layak bersinar di atas embun.
Tak bisa kuhindari saat cahaya menuntunku,
lalu menghilang..
Aku hanya kecewa bagi sunyi yang menanti bintang,
karena aku hanyalah serpihan di antara gelap yang merindu sinar,
hentikan cahaya membawaku pergi..
