Di senja kelam kami berpelukan
Runtuh bersama tawa dan tangis
Tercurah embun di aliran sungai
Terpaut harapan serta janji
Makhluk rapuh tak berdaya
Merayap di celah-celah waktu
Menggerakan langkah
Menggenggam rasa
Menanti cahaya
Hilang dalam silau
Tak perlulah kau bakar hutan
Hanya untuk nyala api
Tak pantas kau hancurkan makhluk
Hanya untuk pakaian baru
Ku tatap hidup dan kematian
Menancap kaki
terbangun mimpi
Dan kaulah lawanku!
Serat takdir serupa sahabat lama
Kan kuhantam tanpa ragu!
Kan kumakan!
Kutelan sepenuhnya!
Tubuhku terjangkit semangat
Sayap basah mengembang bergetar
Ringkih rapuh bergetar
Kubentangkan!
Kuregangkan!
Regang lembut menantang langit sang rembulan!
Sumpahku
Aku akan terbang
Lebih tinggi lagi!
Tag Puisi: mencari cahaya dalam gelap
-
Transformasi Senja
-
Pohon Ketapang di Sore Hari
Di ruang kerja yang pengap, aku bicara
kepada ketapang yang diam di luar jendela
angin berbisik melintasi daun-daunmu
mengantar cerita dari dunia yang bising
sementara aku mengembuskan napas lelah
pada layar yang terus menyala tanpa henti
menantikan akhir dari hari yang panjangKetapang, bisakah kau dengar suara hatiku
yang tenggelam di antara ketukan keyboard
seperti hujan yang jatuh di tengah kemarau
kau berdiri tegak, menantang dunia
sementara aku terjebak di dalam ruangan ini
merindukan angin yang menyapu wajahku
dan aroma tanah basah di kaki akar-akarmuDi akhir hari, saat langit mulai pudar
dan cahaya lampu menggantikan mentari
aku temukan secercah harapan di matamu
yang memantul dari gemerlap dedaunan
seolah mengingatkan bahwa kelelahan ini
adalah bagian dari perjalanan panjang
menuju cahaya yang tak pernah padam
