Detik jam berdetak pelan,
mengisi ruang yang kosong.
Gerobak nasi goreng terdiam,
di sudut jalan yang lengang.
Hanya ada suara waktu,
mengalir dalam kesendirian.
Aku mengamati dari jauh,
tanpa ikut dalam cerita.
Kenangan datang tanpa diundang,
seperti aroma nasi goreng,
mengampuni tanpa lupa,
meski luka masih terasa.
Malam menertawakan luka,
yang tak kunjung sembuh.
Dalam detik yang berlalu,
aku tersenyum, menertawakannya.
