Embun pagi membawaku pada nostalgia
Menggugah rasa akan kisah yang hilang
Tersenyum mengingat kita yang pernah ada
Terkubur di antara terang sinar mentari
Runtuh dalam jiwa yang ku sembunyikan
Terdiam dalam heningku..
Masih kita yang terindah..
Masih nada lamamu yang merdu
Masih kerinduan itu menggelora
Masih senyummu, tatapanmu, suaramu
Masih kita..
Menyusuri kenangan..
Di tepi danau yang menyimpan cerita
Di antara dedaunan yang menyimpan rasa
Di tiupan angin yang membawamu pergi
Di pelukan hangat yang ku impikan
Di harapan akan kebersamaan
Cinta kah itu..?
Menyusuri kenangan..
Di penyesalan atas kepergianmu
Di hadirmu yang tak terwujud
Di kesedihan yang menanti
Di kekecewaan yang jatuh dalam hampa
Di tangisku yang mengingat kita
Di pilu yang lembut menggores lukaku
Seakan kau tak hargai kesetiaanku
Hingga pedihku ingin melupakan
Hingga aku berharap kita tak pernah ada
Tag Puisi: perasaan yang terabaikan
-
Menyusuri Kenangan
-
Senyum di Ujung Jalan
Kemarin kita berpapasan
Namun tak saling sapa..
Kemarin kita tertawa ceria
Namun hanya sekejap rasa..
Kemarin kita saling menatap
Tetapi sama-sama berpaling..
Kemarin kita berdiri berdekatan
Namun terpisah oleh waktu yang bergetar..
Kau lihat? Angin itu..
Ia berbisik tentang kita
Dan kau dengar? Daun-daun itu..
Mereka berdesir memanggil kita
Kau tahu mengapa??
Angin telah membawa harapan
Tetapi kau, menahannya
Daun-daun telah menari riang
Tetapi kau, kembali membisu..
Bukan aku yang bersalah..
Tetapi ketidakpastianmu pada rasa..
Yang enggan mengakui
Ada getaran di antara kita
Lalu kita berdua sama-sama terluka…
-
Ruang Hampa
Di tepi danau yang berkilau seperti cermin, aku menulis catatan, namun yang terungkap adalah bayang-bayang yang berlari di antara riak air dan cahaya yang seolah menari.
Sekali-sekali, seekor angsa melintas, mungkin mencari tempat berlabuh.
Untuk mengembalikan fokusku, aku kembali ke lembar pertama catatan itu. Yang terjadi justru lebih dari sekadar kerumitan; wajah-wajah yang mengasingkanku dalam nama harapan dan aku tak lagi mampu menelusuri kembali halaman yang masih bersih di hadapanku.
Barangkali itulah salah satu alasan mengapa kata-kata diciptakan. Sebagai jembatan bagi jiwa yang terluka dan terabaikan.
-
Mendengar Hati
Aku ucapkan kata-kata
Sebelum menjelaskan segalanya,
Tak ingin kau salah paham dan aku terjebak rasa.
Semua orang beranggapan keliru,
Bahwa aku hidup tanpamu.Tolong,
Jangan hancurkan harapanku.
Itu bisa membuatku kehilangan rasa padamu,
Saat kau selalu membuatku menyesal
Dan tak pernah percaya padaku.Tolong pahami masalahku kini.
-
Suaraku dalam sunyi
Aku embun
Yang akan terus menyentuh dedaunanMu
Harapku agar kau hangatkan ketidakpastianMu itu untuk melangkah dalam kisah kita
Rasa yang sama tapi mengapa tak kita satukan?
Ku mohon datanglah sebagai cahaya terindahku
Lembaran harapKu hanya terukir tentang cintaKu padamu
Ujung doaku tak pernah lepas dari namamu
