Di bawah rintik air yang berjatuhan,
Setiap tetesnya adalah harapan,
Kau bintang di malam kelam,
Mendampingi langkahku yang goyah,
Dunia ini penuh liku dan badai,
Aku butuh pelangi untuk menuntun arah,
Aku butuh hangat yang menyejukkan jiwa,
Agar aku bisa berbagi cahaya, dan menebar cinta.
Aku mencintaimu, Ibu tercinta… 🙂
Tag Puisi: perjalanan hidup yang penuh harapan
-
Pelukku dalam Hujan
-
Sangkar Angin
Sangkar angin dari dedaunan
Cahaya temaram dalam kerinduan
Kujelajahi jalan setapak berliku
Di antara bayang-bayang waktu
Tenda kudirikan saat senja merunduk
Di pagi hari, terbang tak tentu
Sangkar angin dari dedaunan
Di sini aku berkeluarga dan bercita
Rasa ini takkan pudar, meski datangnya lambat
Aku tak lagi mengejar malam
Biar terucap kata-kata manis embun
Jika menanti yang satu
-
jejak langkah di antara bintang
Di kala aku terlahir dalam pelukan malam..
Kutemukan sinar harapan serta keajaiban di angkasa..
Kemana pun langkahmu menari, jiwaku selalu terikat dalam cahaya bintangmu..
Tak sedikitpun aku merasakan kesedihanmu saat bersamaku di langit yang ku anggap itu adalah rumahku..
Hanya suara doa dan harapan yang selalu kudengar dalam menanti kehadiranku..
Hingga tibalah saatnya..
Tuhan mengizinkanku untuk melangkah dari kegelapan menuju cahaya baru..
Gema suara alam yang pertama kali kudengar menyambutku di jagat ini ialah suara ibuku..
Tuhan..
Apakah inikah dunia yang Kau persembahkan untukku?
Dunia yang penuh dengan ujian dan pelajaran dalam meraih kasih-Mu..
Namun lewat petunjuk-Mu, aku diajarkan untuk berbakti kepada kedua orangtuaku hingga aku bisa meraih kasih-Mu..
Untuk ibuku,,, terima kasih atas cinta yang tak pernah padam dalam hidupku. Engkau adalah cahaya di ujung jalanku..
Untuk ayahku,,, terima kasih atas kerja keras yang kau curahkan demi masa depanku, engkau adalah bintang di langitku..
Maka aku butuh ibu dan ayahku agar aku bisa meraih bintang di dunia dan akhiratku…
-
Jejak di Pasir
Aku ingin mengukir setiap harapanmu,
dalam cahaya senja yang tak pernah pudar,
aku akan melangkah tanpa sandal di tepi pantai,
aku akan memberikan apa yang bisa kupersembahkan,
aku akan menggenggam tanganmu di setiap detik, di setiap gelombang,
tapi aku tak ingin,
karena kau tahu, kau ingin menjelajahi lautanmu sendiri,
aku akan berkorban demi senyummu yang berkilau,
aku akan berlari ribuan langkah di pasir basah,
hanya untuk memastikan kau tak terjatuh,
aku akan tersenyum di hadapanmu meski hatiku terluka,
aku akan terus tertawa saat badai datang,
aku hanya bisa menerima segala kesalahanmu,
bukan orang lain,
aku akan menuntunmu di antara ombak kehidupan,
seiring waktu yang tak henti berputar,
hanya saja, jangan kau lupakan, karena kau akan selalu menjadi bagian dari jiwaku.
