Sangkar angin dari dedaunan
Cahaya temaram dalam kerinduan
Kujelajahi jalan setapak berliku
Di antara bayang-bayang waktu
Tenda kudirikan saat senja merunduk
Di pagi hari, terbang tak tentu
Sangkar angin dari dedaunan
Di sini aku berkeluarga dan bercita
Rasa ini takkan pudar, meski datangnya lambat
Aku tak lagi mengejar malam
Biar terucap kata-kata manis embun
Jika menanti yang satu
Tetesan di Ember
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…

Leave a Reply