Di antara riuh suara malam,
Kau hadir dengan sinar harapan,
Meski langkahmu terhenti oleh keraguan,
Dan air mata menetes di pipi yang penuh luka,
Jika saat itu kami bersamamu, mampukah menahan derita?,
Dan mungkin akulah yang pertama terjatuh,
Ingin kuhadang gelombang yang merobek jiwa,
Ingin kututup telinga dari teriakan penuh benci,
Lihatlah umatmu kini,
Tak satu pun layak memimpin langkah kami,
Buka jalan itu ya Tuhanku,
Sang penuntun jalan pilihanMu.
Oh Pemimpin,
Kumohon bimbinglah langkahku,
Sekali nanti.
Tag Puisi: perjuangan dalam kegelapan
-
Sang Penuntun Jalan
-
Kegelapan yang Terjaga
Saat malam menjemput kita,
Di sanalah perubahan bersemi,
Kau,, dan semua,
Di antara bayang-bayang yang terjaga,
Menolak untuk terlelap,
Sampai tugas ini tuntas,, menang,
Aku tak paham tujuannya,
Aku tak mengerti apa yang diinginkan,,
Sementara dunia dipenuhi kegelapan.
