langkah-langkah terhenti
tangan memegang kertas
buku rapor menanti
nafas terengah
gelap di sudut
suara riuh menembus
lantai keramik dingin
sebuah pilihan terjepit
tanya yang tumpul
bayang bergetar
aku aku melihat
tenaga menyusut
sisi yang lepas
tak terucap
saat semua terdiam
