puisi tentang cahaya di kegelapan
-
Ruang Tunggu dan Petak Umpet
Di sudut ruangan ini, aku duduk
Suara anak-anak bermain petak umpet,
mengisi celah antara kekhawatiran.Cahaya lampu berpendar samar,
seolah menari di atas lantai dingin,
menemani lelah yang akhirnya tersenyum.
-
Papan Nama Pudar
Dari jendela bus, kulihat tangan
menyapu serpihan kaca kecil,
di bawah papan nama toko pudar
senyum tersimpan di sudut bibir.Langit kelabu menyelimuti jalan,
cahaya remang mengintip lelah,
seolah bisikkan harapan kecil
di sisa hari yang memudar.
-
Screen Glow in the Dark
Flickering lights, whispers of night
Eyes tracing patterns on glass
Silent echoes… caught in pixelsA glance through the bus window
Yards with drying clothes sway
Stories untold… between breathsDarkness embraces the room
Fingers dance on glowing keys
Not all endings… need closure
-
Suara Kipas Angin Berdecit
Kipas angin berdecit, memecah malam
menyusuri dinding, meniti waktu
dalam ruang yang menunggu
pikiranku terhenti di layar
menyimak, tanpa suara balasanDetik-detik bergulir, lambat
mengisi kesunyian dengan gema
langit di luar tetap menunduk
menyerap sisa-sisa harapan
yang menetes dari ujung jemariLelah menanti, aku beranjak
cahaya pagi menyelinap lembut
menghapus malam yang panjang
dan di …
