di bawah laci itu, kutemukan selembar kenangan
wajah-wajah tersenyum, tak lekang oleh waktu
orang bilang, kenangan adalah jendela
tapi bagiku, ia pintu yang tertutup rapat
pohon ketapang di depan rumah
menggugurkan daun-daun tua
seperti mengingatkan, segalanya berubah
orang bilang, cinta itu memiliki
tapi kutafsir, ia adalah melepaskan
layaknya foto yang kusimpan,
hanya bisa kurasai, tidak kumiliki
ketapang meranggas, angin meniup
kenangan terbang, namun tetap di hati
cinta, bukan tentang menggenggam
