Gerimis jatuh, jatuh di atap parkir,
menggiring dingin yang merayap,
papan nama toko yang pudar,
bercerita pada yang lewat,
tentang hari-hari yang berlalu.
Diam-diam mendengar pikiran,
menggema tanpa suara,
mengulang, mengulang dalam hati,
setiap tetes mengingatkan,
akan cinta yang tak bisa dimiliki.
Gerimis jatuh, jatuh lagi,
ramah dalam dingin yang membisu,
seolah berkata, cinta itu bebas,
tak harus menggenggam erat,
cukup menyadari dan merelakan

Leave a Reply