puisi tentang detik waktu
-
Detik Jam dan Adzan Magrib
Detik jam berbisik pelan
Di antara temaram senja
Suara adzan jauh mengalirKau ada di sana, tak terlihat
Mengintip dari balik tirai malam
Satu, dua… detak berulangHening ini, bukan musuh
Hanya ruang, untuk bernapas
Di antara gema adzanAku bicara pada diriku
Memaafkan yang tak terucap
Tanpa harus dimengerti
-
Kursi Tunggu dan Detik Jam
Kursi tunggu di pojok ruangan, sunyi,
sunyi seperti detik jam yang berdetak,
berdetak di tengah pikiran yang gaduh.Gemeretak kayu, seolah berbisik,
berbisik cerita lama yang terlupakan,
terlupakan di bawah cahaya lampu redup.Tersisa hanya waktu menari perlahan,
perlahan aku sadari, kesedihan ini,
ini tak perlu tuntas untuk dilepaskan.
