Setiap detik namamu terucap,
Di antara 7 bintang yang berkelip,
Di atas langit biru yang luas,
Semoga meluncur hingga ke puncak, kembali ke bumi sebagai anugerah.
Tag Puisi: puisi tentang harapan
-
Suaraku di Angkasa
-
Suara di Tengah Hutan
Desah angin membawaku
ke puncak keheningan
Aliran getar jiwaku pun bergetar
ketika namamu terucap
Sebuah suara yang lama terpendam
Walau hanya sekali terbisik,
aku terjaga mendengarnya
Kau terasa sejuk menyapa
Saat ku terhanyut dalam rimbun dedaunan
Menerangi langkahku yang tersembunyi
Tuk mengenang jejak yang penuh makna
Suara itu semakin dekat
Saat ragaku terjatuh mengurai
Rentetan kenangan yang mengalir
di sepanjang jalan hidupku
Bisikmu membangunkan semangatku
Kau kah itu sebuah nama yang terlupa
Bersama embun pagi
jiwamu menghidupkan
Raga yang kini terdiam
Tuk mengharapkan hadirnya cahaya baru
-
Harapan di Ujung Senja
Di bawah cahaya jingga senja,
Aku terdiam di antara bayang pohon dan cahaya lampu jalan.
Mengharapkan sebuah keajaiban mendekat,
Membawa melodi lembut dari jiwa.
Di antara angin yang berbisik
Dan di antara burung-burung yang bernyanyi.
Aku masih menatap cakrawala dengan penuh asa,
Sebuah cahaya akan menyapa di hadapanku.
-
Di Ujung Hujan
hujan kelabu di tengah sunyi,,
di tepian sungai aku menantimu,,
putih,,berkilau,,di antara dedaunan,,
awan di atasmu,,
kontras terasa,,
kau pun tersenyum,,
bergetar suara memanggilku,,
air matamu pun menetes di tanah,,
kerinduan oh,, kehangatan,,
disini akan kutumpahkan harapku,,
kugenggam lalu kutaburkan,,
berlutut dan berdoa,,
maka mimpi indahlah kau,,
esok kau pergi ditemani embun,,
malamnya aku menunggumu kembali,,
adakah pelangi yang indah untuk kita?
rupanya hanya hujan belaka,,
-
Simfoni Hujan
Hujan yang berirama adalah sahabatku,
Dan aku adalah pendengarnya,
Akhirnya kami terjalin dalam melodi,
Namun kemudian Angin memisahkan langkahku darinya.
Kupergi padanya dengan lembut
Lalu berpisah dengan penuh rasa.
Membisikkan harapan berulang kali.
Aku segera melangkah pelan
Dari balik kelamnya awan
Untuk mengalunkan nada-nada lembutku
Ke pelukan tanah yang basah
Dan kami berpadu dalam harmoni terindah.
Aku sirami kerinduan ini
Dan suaraku memenuhi segenap ruang hatinya
Dia menenangkan jiwaku dan meredakan resah di dada.
Kala senja tiba, kuucapkan janji abadi
Di telinganya, dan dia memelukku penuh rasa
Di hangatnya malam kunyanyikan dia lagu kasih
Diiringi tetes-tetes rindu yang tak henti
Gerakku terhanyut dalam keraguan
Sedangkan dia tetap setia dan tenang.
Ruangnya yang luas meneduhkan kegelisahan
Kala rintik kami saling berpelukan
Kala reda aku berlutut menjamah bumi
Memanjatkan doa
Seribu harapan, aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku.
Tetapi aku pencinta melodi,
Dan kebenaran cinta itu sendiri megah,
Mungkin keletihan akan menimpaku,
Namun tiada aku akan sirna.
-
Di Ujung Senja
Pernahkah kau mencari jejakku di antara bintang, seperti aku yang terjebak dalam harapan yang tak terucap, pernahkah rasa ini…
Dari balik kabut senja, aku mengukir rasa rindu dan di setiap detiknya, selalu ada harapan yang kutujukan untukmu, Selamat Malam puisi hatiku…
Tuhan, aku ingin kembali! namun langkahku terhenti di persimpangan yang sama, jalan yang selalu mengantarkanku ke dalam pelukanmu…
Adalah aku, yang selalu menuliskan kisahmu dalam bait-bait puisiku…
-
Saat Bulan Menyapa
Bulan malam menyapa dari balik awan
Bintang-bintang berkelip ceria
Wahai engkau bulan purnama
Bawa aku ke dalam pelukanmu
Sadarkan aku dari gelap malam ini
Engkaulah sinar harapku
Cahaya dalam sepi
Yang menuntunku di jalan sunyi
Oh Tuhan, sampaikan doaku padanya
Wahai bintang, jagalah mimpi indahnya
Engkaulah sinar harapku
Cahaya terang dalam gelapku
Semangat malamku
-
Detik Terakhir
sayangku..
masih adakah ruang,
untukku,
dalam sisa waktu ini,
secebis harap,
yang kuinginkan darimu,
hingga nafas ini terhenti,
kau boleh pergi,
sayang,
hati ini sunyi,
sepi,,tak berdaya,
dan tak terasa,
apa kau mengerti?
karena aku terjebak dalam kesibukan,
terlupa akan fitrah,
fitrah manusia,
aku terabaikan olehNya,
terlupa untuk mendekat,
sekarang Dia pun menjauh,
terimalah permohonan ini,
sebagai anugerah terindah di dunia dan di akhirat.
-
Sajak Senja
Bersandar pada lagu ombak berbisik
Kau di hadapku bergaun sutra pagi
Di dalam matamu cahaya bintang dan bulan
Harum embun menari di antara tawa
Sepi menyapa, malam dalam harapan datang
Mengalir lembut di permukaan hati
Dan dalam jiwaku mengalun nada
Menari merayakan seluruh rasa
Hidup dari harapanku, jendela terbuka
Selama matamu bagai fajar menanti
Selama kau nyawa mengalir dari jiwa
Antara kita, waktu takkan memisahkan
