Di bawah tempat tidur, gelang kecil tergeletak,
seperti gerobak nasi goreng yang sunyi,
menggantung di antara keraguan.
Waktu melangkah pelan, tanpa suara,
membiarkan ruang berpikir terbuka,
gerak kita terhenti, biarkan saja.
Di bawah tempat tidur, gelang kecil tergeletak,
seperti gerobak nasi goreng yang sunyi,
menggantung di antara keraguan.
Waktu melangkah pelan, tanpa suara,
membiarkan ruang berpikir terbuka,
gerak kita terhenti, biarkan saja.
Di tangga kos, jejak langkah meredup,
suara kipas angin berdecit,
mengantar pergi tanpa pamit.
Kehilangan dalam bunyi yang samar,
seperti ejaan nyaris salah,
menemukan arah setelah tersesat.
