puisi tentang keheningan
-
Kabel Listrik di Udara
Di depan pintu logam ini, aku menunggu,
detik berderak seperti suara
kabel listrik melintang di udara.Keheningan menggantung, dingin menusuk,
namun aku berusaha tersenyum,
meski hati berbisik pelan.Apakah Kau mendengar bisikan ini,
di antara deru mesin dan nafas?
Aku berharap, berharap tak sia-sia.Pintu tetap tertutup, waktu melambat,
namun aku sadar, di balik semua …
-
Sendal Jepit di Pintu
Kursi-kursi kembali berdiri,
menyisakan jejak percakapan yang samar.
Di sudut, sendal jepit menunggu,
seperti saksi bisu malam tadi.Dari tempat jauh, aku memandang,
mencari makna di balik keheningan.
Tak semua harus dimenangkan,
dalam sunyi, ada yang tersimpan.
-
Tetesan di Ember
Menulis kata-kata yang tak terucap
di atas kertas yang mulai kusut
menunggu jawaban dalam heningGenteng bocor menetes di ember
seperti detik yang perlahan berlalu
dingin namun tetap menantiMenggenggam harapan dalam genggaman
sambil mengintip layar berkedip
mencari arti dalam sunyiPesan yang tak kunjung datang
mengajariku untuk bersabar
menjadi bagian dari waktu
