Di bawah lampu kuning yang temaram,
gerobak nasi goreng berderit pelan.
Langkah kita mencari arah di malam,
di antara aroma bawang dan kecap.
Kita tertawa di tengah jalan salah,
menyimpan cerita di sela kantuk.
Alamat hilang di balik kabut malam,
seperti mimpi yang tak kunjung usai.
Aku menatapmu di sela kantuk,
mencari jawaban di balik senyummu.
Tapi kita tahu, tak semua harus ditemukan,
kadang hilang adalah bagian dari perjalanan.
Gerobak nasi goreng tetap setia,
menemani kita hingga pagi tiba.
Dan di ujung malam yang panjang,
kita menerima, tak semua harus kembali.
