puisi tentang kerendahan hati
-
Uap di Jendela Bus
Jendela bus berkabut, uap menari pelan,
macet panjang menahan waktu,
di luar sana, pohon-pohon diam,
seperti jam dinding berhenti di angka dua belas.
Wajah-wajah lelah terpantul samar,
dalam kaca yang basah oleh napas,
seluruh dunia terasa menunggu.Di antara klakson dan keluh kesah,
aku menyeka kaca, melihat ke dalam,
menerima kekurangan sebagai kawan,
menyadari setiap …
