puisi tentang keseharian
-
Kaleng Biskuit dan Langit Mendung
Di bawah langit mendung, menunggu
menunggu ojek datang, pelan
seperti kaleng biskuit bekasJahit waktu dengan sabar
jahit dengan jarum tajam
menembus kain hari iniDalam cermin, ada bayang
bayang yang tak harus selesai
seperti langit mendung ini
-
Papan Nama Pudar
Dari jendela bus, kulihat tangan
menyapu serpihan kaca kecil,
di bawah papan nama toko pudar
senyum tersimpan di sudut bibir.Langit kelabu menyelimuti jalan,
cahaya remang mengintip lelah,
seolah bisikkan harapan kecil
di sisa hari yang memudar.
