puisi tentang kesendirian
-
Sandal Jepit di Balkon
Angin sore menyentuh pipi
berdesir di antara helai rambut
aku mendengar suaraku sendiri
berbisik pelan di telinga
sendal jepit tergeletak di dekat pintu
menunggu langkah yang tak kunjung tibaLangit mulai memudar warnanya
seperti hati yang tak lagi penuh
aku tersesat dalam pikiran
namun dalam kebingungan itu
kutemukan jalan pulang
seiring angin yang mengantar
-
Kedamaian Senja
Mentari yang meredup lembayung,
Meninggalkan jejak di ufuk jauh.
Berdiri di tepi pantai sepi,
Katanya ombak mengajak bicara;
Tapi biarlah sunyi,
Biarlah ku nikmati senja ini.
Aku ingin sendiri,
Menuliskanmu dalam angin.
Menghapus rasa yang menggelora,
Meski di luar gelombang tak henti.
Sudahlah, senja seperti harapan,
tak mungkin kembali ke malam lagi.
Dan aku terdiam
…
-
Ruang Tunggu dan Petak Umpet
Di sudut ruangan ini, aku duduk
Suara anak-anak bermain petak umpet,
mengisi celah antara kekhawatiran.Cahaya lampu berpendar samar,
seolah menari di atas lantai dingin,
menemani lelah yang akhirnya tersenyum.
-
Tikar di Ruang Tamu
Tikar digelar, di lantai dingin,
Suara langkah, tak kunjung datang.
Dinding bisu, memandang diam.Menunggu, detik berlari,
Ruang kosong, tak ingin terisi,
Hampa menemukan arti.
