puisi tentang masa lalu
-
Undangan yang Terlipat
Di sudut meja, undangan terlipat rapi
menyimpan harap yang tak pernah berangkat
seperti papan nama toko yang pudar
menunggu waktu yang tak kunjung tiba
kau tahu, aku tak pernah mengirimkannya
dan kita tetap diam dalam ingatanMasa lalu, aku bicara padamu
tanpa perlu jawaban yang tak mungkin datang
di antara detik yang terus melaju
seperti …
-
Jaket di Tangan
Di sudut kamar, jaket itu tergantung,
saksi bisu perbincangan malam.
Jam dinding berhenti di angka dua belas,
menyimpan detik yang tak pernah kembali.Aku tersenyum, meski bimbang mengintip,
dari balik mata yang pura-pura lupa.
Satu kata menghentak,
tenang.
-
Ashtray at Dawn
In the hollow room, silence echoes
a prayer breaks through, gentle yet firm
from the minaret, it spills over
filling the morning air with restless notes
I pause, as if caught in a net
as the ashtray overflows with yesterday's regrets
and the night lingers in the cornersThe call, it rises and falls like …
-
Balon di Langit Senja
balon terlepas, melayang pelan
langit senja menyapa hangat, namun ragu
asbak penuh abu, cerita sisakata orang, waktu menghapus jejak
tapi aku tahu, ia menanam kenangan
membiarkan diri, bagian dari waktu
