Di sudut kamar, jaket itu tergantung,
saksi bisu perbincangan malam.
Jam dinding berhenti di angka dua belas,
menyimpan detik yang tak pernah kembali.
Aku tersenyum, meski bimbang mengintip,
dari balik mata yang pura-pura lupa.
Satu kata menghentak,
tenang.

Leave a Reply