puisi tentang melangkah lagi
-
Sandal Jepit di Balkon
Angin sore menyentuh pipi
berdesir di antara helai rambut
aku mendengar suaraku sendiri
berbisik pelan di telinga
sendal jepit tergeletak di dekat pintu
menunggu langkah yang tak kunjung tibaLangit mulai memudar warnanya
seperti hati yang tak lagi penuh
aku tersesat dalam pikiran
namun dalam kebingungan itu
kutemukan jalan pulang
seiring angin yang mengantar
