puisi tentang menahan amarah
-
Halte dan Gerobak Nasi Goreng
Di bawah lampu redup, suara gerobak berderak
Menyusuri jalanan sepi, aroma bumbu menggema
Kau duduk di sampingku, bibir terkunci rapat
Langit malam mengawasi, diam penuh tanyaKata-kata menari di udara, tak terucap
Sementara gerobak terus berkeliling, tak peduli
Kemarahanku mengalir, seperti sungai tertahan
Menunggu pecah, menunggu waktu yang tepatNamun dalam hening, aku temukan kedamaian
…
-
Pohon Ketapang di Depan Rumah
Di ruang kerja ini, napas tersengal,
dinding-dinding mendekat, menekan dada.
Aku dari masa depan melihat ini,
menyaksikan amarah yang tertahan,
menggumpal di sudut ruangan.
Di luar, pohon ketapang berdiri tegak,
daunnya berbisik tenang.Ruang ini mengurung,
kata-kata terjebak di kerongkongan,
ingin meluap, namun tertahan.
Aku menatap diriku,
menahan diri dalam diam yang panjang.
Pohon ketapang …
-
Aroma Deterjen di Ujung Hari
Pakaian menumpuk, menunggu sentuhan tangan
Aroma deterjen yang tak kunjung hadir
Janji-janji terucap, menggantung di udara
Mengalir bersama waktu yang terbuang
Aku menahan, menahan marah yang mendesakLaundry kiloan, harapan yang terucap
Bersama detik yang terus berdetak
Mengurai kesabaran yang kian menipis
Aku menahan, menahan diri dari teriakan
Menghitung janji yang tak sempat ditepatiMenatap …
-
Surat di Bawah Hujan
Hujan turun, akhirnya, setelah kemarau
Menggedor atap, seperti mengetuk hati
Adzan magrib samar menyapa malamAku menulis surat ini dengan marah
Namun menahan diri, memilih kata
Seperti hujan yang menahan derasnyaRindu ini deras, namun tak perlu kembali
Seperti hujan pertama yang membasahi tanah
Menemukan damai dalam ketidakhadiran
