Surat di Bawah Hujan

Hujan turun, akhirnya, setelah kemarau
Menggedor atap, seperti mengetuk hati
Adzan magrib samar menyapa malam

Aku menulis surat ini dengan marah
Namun menahan diri, memilih kata
Seperti hujan yang menahan derasnya

Rindu ini deras, namun tak perlu kembali
Seperti hujan pertama yang membasahi tanah
Menemukan damai dalam ketidakhadiran

, , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *