puisi tentang menanti dalam hening
-
Leaves of the Ketapang Tree
Under the wide, sprawling branches,
a phone rests quietly in a pocket,
waiting, like the leaves waiting
for the wind to stir them.
Silent.The sun dips lower, casting
a golden hue on the pavement,
while a smile forms, gentle
as the evening breeze whispers
to forgive without reason.
-
Halte dan Suara Adzan
Di halte ini, sunyi menyapa
teman di sebelah, diam
seperti pohon tua yang berdiri
menunggu angin
mengirimkan cerita
lewat daun-daun gugurDari jauh, adzan magrib
memanggil, membelah udara
mengisi ruang kosong
di antara kami
ketenangan hadir
tanpa harus pasti
-
Tetesan di Ember
Di kamar kos yang senyap,
aku menunggu ketukan pintu,
genteng bocor menetes di ember.Ritme tenang, jeda panjang,
seolah dunia bergerak sendiri,
aku hanya pengamat dari jauh.Getir namun pasrah,
cinta bukan tentang memiliki,
hanya menunggu yang tak pasti.
-
Kursi Tunggu dan Detik Jam
Kursi tunggu di pojok ruangan, sunyi,
sunyi seperti detik jam yang berdetak,
berdetak di tengah pikiran yang gaduh.Gemeretak kayu, seolah berbisik,
berbisik cerita lama yang terlupakan,
terlupakan di bawah cahaya lampu redup.Tersisa hanya waktu menari perlahan,
perlahan aku sadari, kesedihan ini,
ini tak perlu tuntas untuk dilepaskan.
