puisi tentang menanti dengan tenang
-
Atap Seng dan Titik Hujan
Di lorong yang panjang, aku duduk menunggu,
Dinding berbisik tanpa suara,
Jam berdetak, seakan tak beranjak,
Langit-langit seng menyambut hujan,
Menghantarkan aroma tanah basah.Angin menggesek daun jendela,
Menyelipkan dingin di sela jemari,
Mata menatap lantai berdebu,
Menyimak langkah yang tak kunjung tiba,
Sementara pikiran melayang jauh.Kursi-kursi kosong berbaris rapi,
Menanti cerita yang tak …
-
Aroma Deterjen di Udara
Di sudut ruangan, mesin berputar,
membawa aroma deterjen ke udara,
menyusup di antara napas,
aku menyapa namamu dalam doa,
menunggu pesan yang tak kunjung tiba.Langit kelabu, menanti hujan turun,
seperti harapan yang menggantung,
di antara jemuran yang menari,
di bawah angin yang berbisik,
aku mengirim doa, berharap.Waktu melarutkan detik, perlahan,
dalam jeda panjang …
-
Papan Nama yang Pudar
Di ruang dingin, waktu melambat,
papan nama toko di seberang, pudar,
seorang pria menunggu, tenang,
pikirannya melayang pada hasil.Tanda-tanda tua di dinding,
memberi isyarat masa lalu yang hilang,
cinta tak lagi jadi jawaban,
hanya sisa-sisa harapan yang tersisa.
