puisi tentang menemukan cahaya
-
Sendal Jepit di Pintu
Langkah-langkah bergema di tangga
sendal jepit terseret pelan
menyisakan debu di lantai.Pintu terbuka sedikit, udara
menyelinap masuk, membawa sisa
percakapan yang terputus.Di balik jendela, mata mengintip
mengikuti bayang tubuh yang menjauh
tanpa suara, tanpa salam.Di ujung lorong, cahaya kecil
menyala di antara retakan
mengundang pulang dalam lelah.
-
Jam Dinding di Toko Kain
Di toko kain yang sepi, ibu memilih
dengan teliti, tangan menyentuh serat
yang tak berbisik apa-apa, kecuali
kejujuran. Jam dinding berhenti
di angka dua belas, waktu membeku
seperti perasaan yang enggan pergi.Gengsi tersisa di antara lipatan kain,
seperti garis miring di antara dua dunia,
memisahkan kenyataan dan harapan.
Di sana, aku berdiri, menemani ibu
…
-
Fan Whispers
In the room where echoes linger,
a fan hums a tune of old stories,
hair sways in the gentle breeze,
thoughts drift with the spinning bladesA woven mat spread across the floor,
holds secrets of feet that passed,
eyes trace the patterns of yesterdays,
as the fan whispers forgotten dreamsThe air grows warmer, …
-
Kabel Charger di Teras
Menggulung kabel charger di tangan
seperti menyusun kembali serpihan hari
di rak sepatu teras yang sepi
di mana alas kaki beristirahat
seperti kita, yang mencari
arti dari setiap putaran
dalam diam yang mengalunAda rasa aneh menyelinap
di sela gulungan kabel ini
mengingatkan pada percakapan
yang tertinggal di meja makan
seperti jejak langkah yang terhapus
…
-
Seragam dan Bus Malam
Di sudut kamar, baju seragam tergantung
Seperti menunggu bisikan dari perjalanan
Kau berbicara pada dinding, mencari
Jejak langkah yang tertinggal di bus malam
Kata-kata terhenti di antara spasi
Mengingat dompet yang hilang
Di balik kursi yang tak lagi bergerakRitme malam mengalun, kering dan berirama
Langkah-langkahmu bergetar, tak tentu arah
Seragam itu menyimpan cerita sekolah
…
