Di sudut kamar, baju seragam tergantung
Seperti menunggu bisikan dari perjalanan
Kau berbicara pada dinding, mencari
Jejak langkah yang tertinggal di bus malam
Kata-kata terhenti di antara spasi
Mengingat dompet yang hilang
Di balik kursi yang tak lagi bergerak
Ritme malam mengalun, kering dan berirama
Langkah-langkahmu bergetar, tak tentu arah
Seragam itu menyimpan cerita sekolah
Menemani hari-hari yang berlalu
Kau menatapnya, berharap jawaban
Seolah dinding bisa bicara
Menyampaikan pesan dari bis malam
Di kelelahan, kau temukan cahaya
Seberkas harapan menyelinap di celah
Antara kata dan jeda yang mengendap
Dompet mungkin hilang, namun tidak
Kenangan yang kau bawa dalam hati
Seragam sekolah tetap tersenyum
Menemani langkahmu pulang ke rumah