puisi tentang menemukan harapan
-
Steam and Shadows
A pot whispers, holding its breath,
steam curls like thoughts unspoken,
I sift through pages, old ink,
each word a sigh, a pause,
motor hums slide past the window,
their echoes ripple through silence.The kettle's murmur grows insistent,
as if urging me to remember,
the past clings to my fingers,
like dust on forgotten …
-
Jam Dinding di Subuh
Dari sudut mata, suara merambat
mengisi ruang dengan doa. Doa
mengalun pelan, menembus dingin pagi.Jam dinding berhenti, dua belas
menyimpan waktu yang terhenti. Terhenti
tapi di sana, cahaya mulai bersinar.
-
Kipas dan Sendal di Pintu
Rambut basah menari di depan kipas,
mengurai kenangan tanpa suara.
Sendal jepit diam di dekat pintu.Di antara hembusan angin,
terdengar bisikan yang tak datang lagi,
mengisi ruang yang kau tinggalkan.Kutatap langit-langit, putih dan tenang,
seperti menunggu jawaban,
dari waktu yang kini membisu.Dalam keletihan ini,
kulihat cahaya kecil menari,
menyambut hari baru.
-
Ruang Tunggu dan Petak Umpet
Di sudut ruangan ini, aku duduk
Suara anak-anak bermain petak umpet,
mengisi celah antara kekhawatiran.Cahaya lampu berpendar samar,
seolah menari di atas lantai dingin,
menemani lelah yang akhirnya tersenyum.
-
Papan Nama Pudar
Dari jendela bus, kulihat tangan
menyapu serpihan kaca kecil,
di bawah papan nama toko pudar
senyum tersimpan di sudut bibir.Langit kelabu menyelimuti jalan,
cahaya remang mengintip lelah,
seolah bisikkan harapan kecil
di sisa hari yang memudar.
-
Pohon Ketapang di Sore Hari
Di ruang kerja yang pengap, aku bicara
kepada ketapang yang diam di luar jendela
angin berbisik melintasi daun-daunmu
mengantar cerita dari dunia yang bising
sementara aku mengembuskan napas lelah
pada layar yang terus menyala tanpa henti
menantikan akhir dari hari yang panjangKetapang, bisakah kau dengar suara hatiku
yang tenggelam di antara ketukan keyboard
seperti …
