Kipas dan Sendal di Pintu

Rambut basah menari di depan kipas,
mengurai kenangan tanpa suara.
Sendal jepit diam di dekat pintu.

Di antara hembusan angin,
terdengar bisikan yang tak datang lagi,
mengisi ruang yang kau tinggalkan.

Kutatap langit-langit, putih dan tenang,
seperti menunggu jawaban,
dari waktu yang kini membisu.

Dalam keletihan ini,
kulihat cahaya kecil menari,
menyambut hari baru.

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *