puisi tentang menerima masa lalu
-
Kabel Charger di Warung Kopi
di warung kopi pinggir jalan, aku duduk
menggulung kabel charger yang kusut
seperti benang-benang kenangan
terurai tanpa ujung
perasaan aneh menelusup diam-diam
mengisi celah yang tak terucap
di antara hiruk pikuk lalu lalangaku berbicara kepada masa lalu
tanpa menuntut jawaban
hanya ingin mengurai simpul
yang mengikat hati perlahan
di bawah lampu temaram
kopi hitam …
-
Cable and Sandals
Tangled wires,
silent whispers,
conversations float,
unanswered,
near the door.Sandals left,
beside the threshold,
unspoken memories,
held back,
like a breath.Cords coiled tight,
around themselves,
a knot,
of emotions,
that fade to past.
-
Gelas Bening Berembun
Ketika malam tiba-tiba redup,
dan lilin menyala dengan lembut,
bayang-bayang menari di dinding,
seperti kenangan yang kembali,
bergelut dalam diam panjang…
mengisi gelas bening berembun.Aku berbicara pada masa lalu,
menyapa dengan bisikan pelan,
tanpa berharap jawaban hadir…
karena beberapa janji,
tak harus ditepati,
seperti lilin yang akhirnya padam.
