di warung kopi pinggir jalan, aku duduk
menggulung kabel charger yang kusut
seperti benang-benang kenangan
terurai tanpa ujung
perasaan aneh menelusup diam-diam
mengisi celah yang tak terucap
di antara hiruk pikuk lalu lalang
aku berbicara kepada masa lalu
tanpa menuntut jawaban
hanya ingin mengurai simpul
yang mengikat hati perlahan
di bawah lampu temaram
kopi hitam mengepul di meja
menghangatkan dinginnya malam
dalam gulungan kabel yang retak
aku temukan keindahan tersembunyi
seperti garis-garis cerita
yang tak pernah sempurna
dan dalam keikhlasan ini
aku belajar merangkai
kembali serpihan yang hilang

Leave a Reply